Check it Out Our New Website : www.AtoZFamilyStore.com


The Shop

LoadingUpdating...
Bekatul
Bekatul merupakan bahan makanan yang berasal dari sosohan beras. Bekatul berbeda dengan dedak atau pakan ternak karena bekatul tidak mengandung sekam, seperti dedak.

Sayangnya, kesenangan orang mengonsumsi nasi yang berasal dari beras sosohan membuat sumber gizi yang terkandung pada bekatul ikut hilang.

Berat bekatul yang hanya sekitar 8 persen dari beras mengandung lebih dari 60 persen zat gizi. Selain mengandung karbohidrat dan serat kasar, pada bekatul juga dijumpai vitamin B, fosfor, protein yang hipoalergenik, lemak, dan tepung.

Bekatul merupakan satu-satunya jenis serealia yang mengandung semua asam amino esensial yang diperlukan tubuh.

Vitamin B kompleks yang terdapat pada bekatul adalah vitamin B1, B2, B3, B5, B6, dan B15. Dalam 100 gram bekatul terkandung 200 mg vitamin B15. Lebih tinggi ketimbang jagung yang 150 mg atau havermut yang mengandung 100 mg asam pangamat.

Vitamin B15 sanggup mengoptimalkan kerja aneka organ tubuh. Gangguan jantung, kelenjar gondok, darah tinggi, dan sejumlah penyakit lain pun bisa diatasi.

Dengan kata lain, vitamin B15 dapat menyempurnakan metabolisme dalam tubuh. Karena itu, vitamin B15 dimanfaatkan untuk mengatasi serangan jantung akibat sumbatan pembuluh darah, gangguan aliran pembuluh darah jantung, asma, dan penyakit hati. Vitamin ini juga baik untuk penderita diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, serta pengapuran pembuluh darah.

Memang, pada permulaan mengonsumsi bekatul kadang terjadi diare, bisa juga sulit buang air besar meski jarang terjadi, dan ada kalanya muncul rasa mual pada penderita maag. Meski demikian, selanjutnya sudah biasa lagi.

Bila terjadi keluhan, bisa dikurangi takarannya misalnya dengan membuat larutan bekatul lebih encer, menyantap pepaya, atau mencampur bekatul dengan agar-agar.

Hasil penelitian dari Lembaga Penelitian Pertanian, USDA menunjukkan bahwa bekatul gandum yang dibuat menjadi sereal secara signifikan mampu menurunkan kejadian kanker kolon pada tikus percobaan. Hal sama juga terjadi pada bekatul beras.

Pada bekatul juga terdapat vitamin E kompleks, yaitu tokotrienol dan gamma oryzanol, yang dapat menyeimbangkan kolesterol darah dan menurunkan trigliserida pada penderita hiperlipidemia.

Disarikan dari : Majalah Senior

Bekatul Organik Gasol

Makanan bergizi tinggi

Melancarkan metabolisme tubuh (membantu proses pengobatan asma, gondok, diabetes, obesitas, kista, impotensi, wasir)

Lebih enak dicampur susu, madu, havermut, sop, bubur nasi, bubur kacang hijau, kolak, dll


Langsing dengan Bekatul

langsingbekatul 2
Itu merupakan judul utama Tabloid CANTIQ edisi 148 - 1 Juni 2010 yang baru terbit awal bulan ini. Selain manfaatnya yang sangat besar untuk membantu penyembuhan beberapa penyakit, seperti: Asma, penyakit jantung, kencing manis (diabetes mellitus), hiperkolesterol, hipertensi, gondok (hipertiroid), dan lain-lain; bekatul juga sangat bermanfaat untuk melangsingkan tubuh. Menurut Prof. dr. Bambang Wirjatmadi, MS, MCN, PhD SpGK (Nutritionist), bekatul sangat baik untuk melangsingkan tubuh karena mengandung banyak serat dan vitamin yang memberikan efek kenyang cukup lama. Akibatnya, setelah mengonsumsi bekatul tidak ada keinginan untuk ngemil. Dan, tidak hanya kaya serat bekatul juga rendah kalori, sehingga tidak akan menambah persentase asupan kalori dalam tubuh. Dicontohkan artis Olga Lidya (34) adalah salah satu yang menjalankan diet bekatul karena pengaruh orang tuanya yang berasal dari Jombang yang menjadikan bekatul sebagai menu sarapan keluarga. Olga merasakan sendiri manfaat bekatul, yakni tubuhnya terasa lebih bugar, jarang sakit dan bisa menjaga berat badannya. Olga yang lahir 4 Desember 1976 itu pun memberikan resep bekatul yang menjadi menu sarapannya. "Caranya, dua sendok bekatul dimasukkan ke dalam gelas, dicampur susu bubuk atau moca, kemudian dituang air panas. Setelah tercampur, tambahkan sedikit air dingin, baru diminum." Jika ingin rasa lain, lanjut Olga, bisa ditambahkan coklat atau sedikit madu. Dr. Soebagijo Adi, SpPD KEMD yang juga Staf Senior Departemen Internist-Endokrin-Diabetes menegaskan bahwa campuran bekatul sebagai makanan atau minuman boleh dilakukan agar enak dikonsumsi. "Boleh saja dimakan bersama buah-buahan atau sayuran, asalkan tidak sampai merusak kandungan nutrisinya." Senada dengan dr. Soebagijo, dr. Bambang juga menyarankan agar memerhatikan cara mengonsumsi bekatul. Untuk diet menurunkan berat badan, sebaiknya bekatul tidak dikonsumsi bersama makanan yang memiliki nilai kalori tinggi. Karena hasilnya akan percuma.



 
Berat : 200 gram

Harga: Rp.18.000

Bekatul dr. Liem

Bekatul atau juga di sebut Rice Bran adalah bagian luar atau kulit ari beras yang merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi yang kaya akan vitamin B15 atau asam pangamik (Pangamic Acid).

Dibandingkan dengan beberapa jenis tanaman lain, bekatul yang berasal dari tanaman padi ini memiliki kandungan vitamin B15 paling tinggi yang berguna sebagai penyempurna proses metabolisme di dalam tubuh kita.

Bekatul secara umum mengandung protein, mineral, lemak (asam lemak esensial), Phytosterols, Polyphenols, Phospholipids, Beta-sitosterol, Co-Enzyme Q10, Omega
3 Fatty Acids, Omega 6 Fatty Acids dan Oleic Acid, dietery fibres (serat pencernaan), vitamin E Complex (Tocopherols, Tocotrieanols, Gamma-oryzanol), vitamin B Complex yakni B1 , B2, B3, B5, B6 dan Vitamin B15/Vital antioksidan serta nutrisi penting lain yang memiliki khasiat luar biasa sebagai penangkal penyakit-penyakit degeneratif berdasarkan pengalaman Dr. Liem dalam mengobati pasiennya selama 30 tahun seperti :

1. Diabetes Mellitus (kencing manis)
2. Hypertensi (tekanan darah tinngi)
3. Hypercholesterolaemi (kadar kolesterol tinggi)
4. Arteriosclerosis (pengapuran pembuluh darah)
5. Heart infarct (serangan jantung karena penyumbatan pembuluh darah)
6. Coronair insufficiency (gangguan aliran pembuluh darah jantung)
7. Asthma Bronchiale (bengek asthma) penyakit asthma tidak akan kambuh kalau teratur makan bekatul (2 x 1 sdm munjung)
8. Cirrhosis Hepatis (memperbaiki fungsi hati)
9. Rheumatic (encok)
10. Libido (gairah sex) laki-laki yang menurun
11. Gejala sering sakit kepala,sering pusing pada tekanan darah rendah
12. Gejala ’sering berdebar jantung’ dan ’extrasystole’
13. Rasa pegal pada otot
14. Mengatasi gangguan pada pencernaan
15. Obstipasi (sembelit), susah buang air besar
16. Peningkatan pada daya tahan fisik (ausdauer)
17. Pencegahan kanker colon (usus besar)
18. Besedov hyperthyroid ( penyakit kelenjar gondok yang bekerja berlebihan)
19. Penuaan dini
20. Obesitas (kegemukan),3 X 2 sdm munjung
21. Mengatasi haid yang tidak teratur disertai rasa sakit
22. Meningkatkan kesuburan pada pria dan wanita
23. Kista Ovarium (indung telur)

Dosis dan Pemakaian :
1 sdm (sendok makan) munjung +/- 15gram

Untuk menjaga kesehatan (maintenance) :
2 sdm munjung/hari, 2 x 1 sdm munjung atau 1 x 2 sdm munjung/hari

Untuk Pengobatan :
2 - 6 sdm munjung/hari, dimulai dengan 2 x1 sdm munjung, mungkin dosis ini sudah cukup, periksa hasilnya sesudah makan bekatul 2-3 minggu, jika dengan dosis tersebut tidak memberikan hasil tingkatkan dosisnya menjadi : 3 x 1 sdm munjung,2 x2 sdm munjung, atau 3 x 2 sdm munjung/hari.

Cara Pemakaian :
• Dicampur dengan air panas (air termos) 1 – 1,5 gelas, tambahkan gula/madu,dapat juga dicampurkan dengan susu, dll
• Untuk penderita diabetes, gunakan gula obat atau tanpa apa apa

Komposisi : Kulit Ari Beras


Langsing dengan Bekatul

langsingbekatul
Itu merupakan judul utama Tabloid CANTIQ edisi 148 - 1 Juni 2010 yang baru terbit awal bulan ini. Selain manfaatnya yang sangat besar untuk membantu penyembuhan beberapa penyakit, seperti: Asma, penyakit jantung, kencing manis (diabetes mellitus), hiperkolesterol, hipertensi, gondok (hipertiroid), dan lain-lain; bekatul juga sangat bermanfaat untuk melangsingkan tubuh. Menurut Prof. dr. Bambang Wirjatmadi, MS, MCN, PhD SpGK (Nutritionist), bekatul sangat baik untuk melangsingkan tubuh karena mengandung banyak serat dan vitamin yang memberikan efek kenyang cukup lama. Akibatnya, setelah mengonsumsi bekatul tidak ada keinginan untuk ngemil. Dan, tidak hanya kaya serat bekatul juga rendah kalori, sehingga tidak akan menambah persentase asupan kalori dalam tubuh. Dicontohkan artis Olga Lidya (34) adalah salah satu yang menjalankan diet bekatul karena pengaruh orang tuanya yang berasal dari Jombang yang menjadikan bekatul sebagai menu sarapan keluarga. Olga merasakan sendiri manfaat bekatul, yakni tubuhnya terasa lebih bugar, jarang sakit dan bisa menjaga berat badannya. Olga yang lahir 4 Desember 1976 itu pun memberikan resep bekatul yang menjadi menu sarapannya. "Caranya, dua sendok bekatul dimasukkan ke dalam gelas, dicampur susu bubuk atau moca, kemudian dituang air panas. Setelah tercampur, tambahkan sedikit air dingin, baru diminum." Jika ingin rasa lain, lanjut Olga, bisa ditambahkan coklat atau sedikit madu. Dr. Soebagijo Adi, SpPD KEMD yang juga Staf Senior Departemen Internist-Endokrin-Diabetes menegaskan bahwa campuran bekatul sebagai makanan atau minuman boleh dilakukan agar enak dikonsumsi. "Boleh saja dimakan bersama buah-buahan atau sayuran, asalkan tidak sampai merusak kandungan nutrisinya." Senada dengan dr. Soebagijo, dr. Bambang juga menyarankan agar memerhatikan cara mengonsumsi bekatul. Untuk diet menurunkan berat badan, sebaiknya bekatul tidak dikonsumsi bersama makanan yang memiliki nilai kalori tinggi. Karena hasilnya akan percuma.



 
Berat : 200 gram

Harga: Rp.19.000

 


Switch to our mobile site